Menikmati Karya Lukisan Hingga Video Art Di Pameran “Big Picture”

Pameran “Big Picture” merupakan kolaborasi 9 galeri yang menampilkan lebih dari 80 karya seni dari 50 seniman.

Penulis: Andesta Herli Wijaya,

Editor: Satrio Wicaksono

Foto: Suasana pameran “Big Picture” yang digelar Asosiasi Galeri Seluruh Indonesia. Dok: Validnews/ Andesta.

JAKARTA – Pengunjung Ashta Distric 8, Senayan, kini mendapat suguhan menarik. Sebuah pameran seni rupa dengan 80-an lebih karya seni rupa, akan dipamerkan selama satu bulan kedepan di area utama mall.

Pameran bertajuk “Big Picture” ini diinisiasi oleh Asosiasi Galeri Seni Seluruh Indonesia (AGSI), melibatkan sembilan galeri dari Jakarta, Bandung hingga Bali. Pameran dibuka mulai hari ini, Jumat (27/1) dan akan terus berlangsung hingga 26 Februari mendatang.

Puluhan karya yang dipamerkan kali ini merupakan karya-karya seni rupa kontemporer, dari sekitar 50 seniman tanah air. Karya-karya ini dikurasi oleh sembilan galeri yang terlibat, yaitu Artsphere, Art:1, Andi’s Gallery, Edwin’s Gallery, ISA Art Galleryz Artsocietes, CAN’S Gallery, D GALLERIE, dan Puri Art Gallery.

Karya-karya apa saja yang dipamerkan? Di sini, pengunjung disuguhkan beragam pesona seni rupa. Ada lukisan-lukisan abstrak dari Dadan Setiawan, Desy Febrianti hingga Nana Tedja; karya-karya dengan kecenderungan ilustratif dari Guntur Timur hingga Januri; serta beragam karya lukis yang lebih dekat dengan estetika pop seperi karya-karya Naufal Abshar, Muklay hingga Sugiyo Dwiarso.

Selain itu, pameran ini juga diramaikan dengan karya-karya patung, di mana beberapa di antaranya adalah seri karya  “Yoga Series #5” (2020) hingga “Yoga Series #9” (2022) dari seniman Adi Gunawan, “Insomnia” (2021) karya Rangga A Putra, “Too High II” (2007) karya Redy Rahadian, “Feels Like Paradise” (2013) dari Wayan Upadana, hingga sejumlah karya patung dari seniman senior Yani Mariani Sastranegara.

Dekat pula dengan tren kekinian, pameran Big Picture juga menyuguhkan karya-karya seni berbasis digital. Pengunjung di sini bisa menikmati penjelajahan seniman JA Pramuhendra dalam karya art video bertajuk “St. Jhon” (2018), ataul karya dari Elwin Pradipta bertajuk “Theeplantage #2” (2016).

Tentunya ada banyak lagi karya-karya menarik yang dipamerkan dalam “Big Picture” kali ini. Mulai dari lukisan beragam gaya dan juga beragam media, patung atau instalasi, hingga karya seni digital. Anda bisa berkunjung langsung untuk menikmati keseluruhan karya yang dipamerkan secara gratis bagi publik.

Katua AGSI, Maya Sudjatmiko mengatakan, pameran Big Picture menjadi ajang kolaborasi yang menarik bagi sembilan galeri yang tergabung dalam AGSI. Dengan 50 seniman dan 80-an karya, pamera ini menyajikan berbagai pesona seni rupa kontemporer bagi publik di ibu kota.

Pameran Big Picture, kata Maya, merupakan sebuah perayaan skena seni rupa Indonesia di masa pasca pandemi. Setelah dua tahun lebih galeri-galeri terdampak situasi krisis, kini waktunya untuk kembali bergerak dan berkolaborasi untuk memperkuat ekosistem seni.

“Jadi pameran ini tentang bagaimana di situasi post pandemi ini kita keluar untuk berkolaborasi bersama menghadapi tantangan yang kita hadapi sekarang. Dulu mungkin saat pandemi, kita harus berjalan sendiri-sendiri. Tapi sekarang lebih mudah dan lebih gampang dengan kita bekerjasama dengan banyak pihak untuk memajukan seni rupa,” ungkap Maya ditemui di lokasi pameran, Jumat (27/1).

Membangun Ekosistem Seni Rupa

Selain penting bagi galeri, kehadiran pameran dengan konsep di ruang publik ini juga penting bagi ekosistem seni rupa itu sendiri. Maya menilai, saat ini penting bagi galeri untuk lebih aktif, menjemput bola untuk mendekatkan seni dengan publik.

Selama ini, seni cenderung masih berjarak, dan terkesan eksklusif kehadirannya hanya di ruang-ruang galeri. Maka lewat pameran ini, diharapkan bisa menjembatani jarak tersebut sehingga semakin banyak orang yang tertarik untuk memerhatikan dan bahkan memiliki karya-karya seni rupa.

Karena itu pula, pameran kali ini juga banyak menghadirkan seniman muda dengan karya-karya yang lebih segar sekaligus dekat dengan dunia anak muda. Hal itu menurut Maya akan semakin mudah menggaet antusiasme publik muda untuk menyelami dunia seni rupa.

“Tujuan AGSI berkolaborasi dengan Astha menggelar pameran ini adalah untuk memperkenalkan dunia seni rupa pada khalayak yang lebih luas agar mereka memahami dan menjadikan seni rupa bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujar Maya.

Menurutnya lagi, sebuah pameran seni dihadirkan tak hanya sebagai ‘arena pertunjukan’ bagi sang pelaku seni saja, namun juga menjadi momen bagi para penikmat seni untuk menjadikannya sumber inspirasi juga motivasi, serta dapat pula memberikan ruang untuk berefleksi dan berkontemplasi.

Konsep ‘Gambaran Besar’ menurut Maya sangat relevan dalam konteks kali ini, karena memberikan ruang untuk menghadirkan perspektif yang lebih luas tentang situasi saat ini pun tentang potensi di masa depan. Dalam hal ini, seni dapat membantu manusia membayangkan serta membentuk visi ke depan.

“Seni dapat memainkan peran penting dalam membantu kita memahami dan melihat dengan empati yang tinggi terhadap dunia di sekitar kita. Seni pulalah yang dapat menajamkan seluruh indera, serta menyeimbangkan berbagai kondisi yang ada. Semoga akan lebih banyak lagi ruang pamer yang dapat terus mendukung pertumbuhan para seniman di Indonesia,” tutup Maya.

Source: https://validnews.id/kultura/menikmati-karya-lukisan-hingga-video-art-di-pameran-big-picture